Memberi Warna pada Angka dengan Custom Format

Warna adalah ekspresi yang sangat baik untuk memberi indikator bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan, terutama jika digunakan untuk menjelaskan data kita di Excel.

Sebagai contoh, warna merah sering digunakan untuk mengindikasikan terjadi penurunan angka penjualan, yang tentunya sangat tidak diinginkan oleh para bos. Warna hitam / hijau sering digunakan untuk hal sebaliknya, memberi indikasi bahwa semua berjalan sesuai yang ditargetkan.

Ok, jadi karena sedemikian pentingnya hal ini, bagaimana kita melakukan pewarnaan sesuai kondisi yang kita inginkan pada Excel ?

Sederhana, artikel berikut akan menunjukkan caranya, dengan menggunakan custom format.
  1. Jalankan program Excel Anda, dan buatlah worksheet baru.
  2. Isikan worksheet Anda dengan data berikut atau download dari sini.

  3. Letakkan cursor pada cell E3, dan buka dialog Format Cells (klik launcher pada tab Home | Number).

  4. Pada tab Number, pilih Custom pada panel Category dan masukkan kode berikut :

    [Color 43]#,##0_);[Red](#,##0)

    Kode ini artinya jika angka bernilai positif maka diberi warna hijau (Color 43), dan jika bernilai negatif diberi warna merah.

    Catatan : Format angka berdasarkan nilai ini lengkapnya dibagi atas 4 bagian dengan pemisahan tanda titik koma. Bagian pertama adalah angka positif, kedua adalah angka negatif, ketiga adalah angka 0, dan keempat adalah teks.
  5. Klik tombol OK untuk menutup dialog. Hasilnya terlihat sebagai berikut.

  6. Gunakan Format Painter untuk menduplikasikan format dari cell E3 tersebut ke cell-cell di bawahnya sehingga hasil akhir terlihat sebagai berikut.

  7. Selesai.
Jika ada pertanyaan terkait artikel ini, silahkan isi melalui komentar berikut atau bergabung ke forum diskusi kami. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

More aboutMemberi Warna pada Angka dengan Custom Format

Contoh Kasus : Menghitung Diskon atau Potongan Harga di Excel

Kasus

Jika Ani membeli baju kaos seharga Rp 60,000.- sepotong. Diskon per baju adalah 10%, dan ada tambahan diskon 5% per baju jika terjadi pembelian di atas 10 potong baju.

Susunlah formula untuk total pembayaran yang harus dilakukan oleh Ani, dan hitung pembelian untuk :
  1. 8 potong baju.
  2. 15 potong baju.

Jawab

Cobalah susun tampilan worksheet seperti pada gambar berikut ini.


Kemudian pada cell E2, kita akan masukkan rumus perhitungan diskon dan juga fungsi IF karena ada kondisi potongan tambahan jika pembelian lebih dari 10.

Rumus perhitungan harga setelah diskon adalah sebagai berikut :

     Harga Akhir = Harga Awal * Jumlah * (1 - Persentase Diskon)

atau 

     Harga Akhir = Harga Awal * Jumlah * (100% - Persentase Diskon)

Dengan berdasarkan rumus di atas maka kita masukkan rumus selengkapnya pada cell E2 sebagai berikut :

     =IF(D2<=10,A2*D2*(1-B2), A2*D2*(1-(B2+C2)))

atau


     =IF(D2<=10,A2*D2*(1-B2), A2*D2*(1-B2-C2))

Terlihat bahwa kita menggunakan fungsi IF untuk melakukan pengecekan apakah pembelian lebih dari 10 (pada cell D2). Jika iya, maka perhitungan diskon cukup dari diskon per potong (B2). Dan jika tidak, maka terdapat tambahan diskon dari C2, dengan total diskon nilai dari cell B2+C2.

Jawaban total harga yang harus dibayar dari pertanyaan di atas adalah :
  1. Rp 432,000.-


  2. Rp 765,000.-

Semoga bermanfaat.
More aboutContoh Kasus : Menghitung Diskon atau Potongan Harga di Excel

Contoh Kasus : Grouping dan Subtotal pada Excel 2007

Untuk analisa data yang cukup besar dan kompleks, tentu kita perlu mengorganisasikan data dalam berbagai pengelompokan (grouping).

Dengan penggunaan grouping, kita akan mudah bekerja data yang memiliki subtotal pada berbagai level pengelompokan data.

Penggunaan Grouping Subtotal

  1. Download dan buka dokumen penjualan.xlsx dengan MS Excel 2007.
  2. Buka sheet Data Penjualan.
  3. Lakukan sorting terhadap kolom year, month, nama produk dan nama_kota.
  4. Pilih cell A1 atau selengkapnya dengan range A1:K11351.
  5. Klik tab Data pada Ribbon.
  6. Pada group Outline klik button Subtotal.

  7. Kita akan menghitung subtotal untuk nama produk. Masukkan konfigurasi seperti pada gambar. Klik tombol OK.

  8. Tunggu beberapa saat sampai proses grouping selesai. Anda akan mendapatkan tampilan baris subtotal pada akhir dari peralihan setiap nama produk.

  9. Perhatikan juga di samping kiri dari worksheet muncul area margin baru dengan tanda plus (+) dan minus (-) yang digunakan untuk membuka (expand) rincian level dan sebaliknya melakukan grouping. Terdapat juga tombol urutan level yang dinomori dengan 1, 2, 3. Urutan level 1 adalah urutan teratas.

  10. Cobalah menyusun layout dari worksheet sehingga mendapatkan hasil seperti pada gambar di bawah.

  11. Selesai.

Menambahkan Subtotal Baru

Sekarang kita akan coba menambahkan subtotal berdasarkan “nama_kota” :
  1. Klik cell A1.
  2. Klik tab Data pada Ribbon.
  3. Pada group Outline klik button Subtotal.
  4. Masukkan konfigurasi seperti pada gambar. Pastikan opsi Replace current subtotals tidak aktif. Klik tombol OK.

  5. Tunggu beberapa saat dan kita akan mendapatkan subtotal untuk nama produk dan nama kota. Pada margin area terlihat rincian level sudah pada sampai tingkat 4.

  6. Selesai.

Menghilangkan Subtotal

  1. Klik cell A1.
  2. Klik tab Data pada Ribbon.
  3. Klik tombol Remove All
  4. Tunggu beberapa saat sampai dengan selesai.
  5. Selesai.

More aboutContoh Kasus : Grouping dan Subtotal pada Excel 2007

Contoh Kasus : Pencarian Multi Variable dengan Match dan Index

Pertanyaan

Saya lagi cari rumus utk bisa mengembalikan nilai dari pencarian yang menggunakan 3 variabel.. misalnya saya punya sheet Daftar Harga Barang dgn kolom sbb:
  • Kolom 1 : Berupa Kode/ID
  • Kolom 2 : Berupa tipe konsumen (reseller/langsung)
  • Kolom 3 : Harga barang.
di sheet yang lain saya punya rincian transaksi penjualan yang disusun perhari. Pada sheet ini sy punya kolom:
  • Kolom 1: Tanggal
  • Kolom 2: Kode/ID
  • Kolom 3: Tipe konsumen
Nah saya menginginkan pada Kolom 4 dapat muncul harga barang tersebut utk Kode dan tipe konsumen yg sudah saya catat sebelumnya.

Bagaimana caranya? function apa yg perlu sy gunakan dan gimana rumusnya.

Jawab

Solusi untuk masalah ini adalah fungsi yang digunakan adalah Index dan Match, tetapi dengan pendekatan Array Formula. Berikut adalah rincian jawabannya.

Untuk menjawab pertanyaan ini, kami menggunakan file yang dapat Anda download pada alamat http://goo.gl/VSZL9. Workbooknya akan terlihat sebagai berikut.

Workbook ini memiliki sheet "data" dan "master_harga" (klik pada tab dengan nama sheet tersebut untuk melihat rincian dari tiap sheet).



Sekarang kita akan mengisi kolom Harga yang didapatkan dari pencarian kombinasi kolom Kode / ID dan Tipe ke sheet master_harga. (klik gambar untuk memperbesar)


Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan kombinasi pencarian tersebut :
  1. Jalankan aplikasi Microsoft Excel 2007 atau ke atas.
  2. Buka file yang Anda download tersebut.
  3. Pada sheet data, klik cell pada alamat D2 dan masukkan rumus di bawah ini. Perhatikan bahwa kita menggunakan operator dan ( & ) untuk menggabungkan cell B dan C (kolom Kode / ID dan Tipe).

    =INDEX(master_harga!$C$2:$C$11,MATCH(B2&C2,master_harga!$A$2:$A$11&master_harga!$B$2:$B$11,0))

    Tekan CTRL + SHIFT + ENTER untuk menyelesaikan formula tersebut (bukan Enter seperti biasanya).

  4. Hasilnya akan tampak seperti pada gambar screenshot sebagai berikut. Perhatikan bahwa rumus yang kita masukkan diapit oleh kurung kurawal {}. Ini pertanda bahwa formula tersebut adalah array formula.
  5. Copy rumus tersebut ke kolom Harga yang masih kosong.

  6. Selesai.

Referensi

More aboutContoh Kasus : Pencarian Multi Variable dengan Match dan Index

Video Contoh Penggunaan VLookup pada Excel 2007

Berikut adalah video contoh penggunaan VLookup dari kami, dengan susunan yang sederhana dan mudah dimengerti. Semoga bermanfaat.


More aboutVideo Contoh Penggunaan VLookup pada Excel 2007

Penggunaan ISBLANK pada Excel

Fungsi ISBLANK digunakan untuk melakukan pengecekan apakah suatu cell berisi nilai kosong atau null. Jika memang kosong atau null, maka akan mengembalikan nilai TRUE (BENAR), sebaliknya mengembalikan FALSE (SALAH).

Sebagai contoh, pada Gambar.1 berikut cell C3 berisi rumus =ISBLANK(B3). Rumus ini digunakan untuk melakukan pengecekan apakah cell B3 kosong. Ternyata cell B3 berisi teks "Satu", dengan demikian tidak kosong dan fungsi ISBLANK(B3) akan mengembalikan nilai FALSE.

Gambar.1 Contoh Pengecekan ISBLANK yang mengembalikan nilai FALSE


Sedangkan pada Gambar.2 berikut cell C4 berisi rumus =ISBLANK(B4). Rumus ini digunakan untuk melakukan pengecekan apakah cell B4 kosong. Dan ternyata hasilnya memang kosong. Dengan demikian fungsi ISBLANK(B4) akan mengembalikan nilai TRUE.

Gambar.2 Contoh Pengecekan ISBLANK yang mengembalikan nilai TRUE

Demikian contoh penggunaan sederhana dari ISBLANK. Semoga bisa bermanfaat bagi para pengunjung sekalian. Saran, kritik dan komentar apapun dengan senang hati kami terima demi kemajuan situs ini. Terima kasih.

More aboutPenggunaan ISBLANK pada Excel

Tanda $ (Absolute Reference) pada Excel

Simbol $ digunakan sebagai referensi absolut dari alamat cell (kolom ataupun baris)
Bagi kita yang baru bekerja dengan Excel, tanda $ yang terdapat pada rumus-rumus Excel terasa membingungkan. Kenapa simbol ini kadang muncul, kadang malah tidak sama sekali.

Artikel tutorial berikut ini mencoba menjawab hal tersebut denan memberikan contoh secara langsung, langkah demi langkah, apa dan bagaimana tanda $ atau absolute reference digunakan di dalam Excel 2007.

Download contoh file dari http://belajar-excel.googlecode.com/files/penggunaan_simbol_dollar.xlsx.
  1. Jalankan program Microsoft Excel 2007 dan bukalah file penggunaan_simbol_dollar.xlsx yang telah Anda download tersebut.
  2. Tempatkan cell pada alamat E2, ketikkan rumus = C2 * D2, dan tekan Enter. Hasil perkalian yang didapatkan adalah nilai 1,500,000.
  3. Tempatkan cell kembali pada alamat E2, klik fill handle pada cell tersebut dan tarik (drag) sampai ke E4.



    Hasilnya adalah perkalian yang dinamis, dimana rumus yang di-copy dengan cara penarikan fill handle ke cell E3 dan E4 bukan berisi = C2 * D2, melainkan = C3 * D3 (pada cell E3) dan = C4 * D4 (pada cell E4).

    Ini menunjukkan bahwa Excel akan menyesuaikan alamat cell, dimana setiap perpindahan baris akibat dari drag fill handle akan mengakibatkan perpindahan nomor baris alamat pada rumus cell.
  4. Sekarang tempatkan cell pada alamat F2, ketikkan rumus = C$2 * D$2, dan tekan Enter.



    Perhatikan kita memasukkan tanda $ pada alamat baris. Jika susah mengetik tanda dollar tersebut, tekan F4 dua kali sehingga tanda dollar akan berada pada posisi yang tepat.
  5. Klik fill handle pada cell F2 dan tarik (drag) sampai ke F4.



    Terlihat bahwa semua cell (F3 dan F4) mengandung rumus perkalian dengan alamat baris yang tidak berubah (C2 dan D2). Ini dimungkinkan karena adanya tanda dollar pada alamat baris tersebut, sehingga ketika kita copy formula tersebut dengan fill handle, maka perpindahan baris tidak menghasilkan perubahan.
  6. Selesai.
Berikut adalah keterangan sekaligus kesimpulan dari praktek di atas :
  1. Tanpa penggunaan tanda dollar ($) pada alamat cell, maka duplikasi cell yang mengandung rumus dan alamat akan disesuaikan dengan perubahan baris (ataupun kolom).

    Penurunan 1 baris akan mengakibatkan penambahan alamat baris sebesar 1 cell, penurunan 2 baris akan mengakibatkan penambahan 2 cell, dan seterusnya.
  2. Dengan penggunaan awalan tanda $ pada alamat cell, maka duplikasi cell tidak akan mengakibatkan perubahan alamat cell. Berikut adalah 3 contoh variasi penulisan prefix dan penjelasannya :
    • A$1 : alamat kolom A bisa berubah sesuai duplikasi, tetapi alamat baris 1 akan tetap (absolut).
    • $A1 : alamat kolom A tidak bisa berubah (absolut) tetapi alamat baris 1 bisa berubah.
    • $A$1 : alamat kolom A maupun baris 1 tidak akan mengalami perubahan ketika diduplikasi ke cell lain.
Demikian artikel tutorial singkat tapi cukup padat mengenai penggunaan tanda $. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.



More aboutTanda $ (Absolute Reference) pada Excel